
“SUKMA KINARYA” FILM PENDEK SMA QUEEN AL FALAH RAIH JUARA HARAPAN 3 FLS3N 2026
Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMA Queen Al Falah dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026. Kali ini, prestasi datang dari cabang Film Pendek, melalui karya berjudul “Sukma Kinarya” yang berhasil meraih Juara Harapan 3. Prestasi tersebut diraih oleh Arial Muzaki, Yanwar Karim, dan Gemail Makhtub dan diumumkan pada 29 April 2026.
Di balik prestasi tersebut, ada proses yang cukup panjang dan penuh cerita. Proses shooting film “Sukma Kinarya” dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu. Salah satu lokasi utama yang digunakan dalam proses produksi adalah ruang ekstrakurikuler gamelan SMA Queen Al Falah. Ruangan yang biasanya digunakan untuk kegiatan seni gamelan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembuatan film.
Hal yang membuat film ini semakin menarik adalah adanya kolaborasi antara ekstrakurikuler Gamelan dan ekstrakurikuler Jurnalistik. Dua ekstrakurikuler dengan karakter yang berbeda tersebut dipadukan dalam satu karya. Ekstrakurikuler Gamelan memberikan kekuatan dari sisi seni dan budaya, sementara ekstrakurikuler Jurnalistik turut mendukung dari sisi ide, cerita, dokumentasi, dan proses produksi. Kolaborasi inilah yang membuat proses pembuatan “Sukma Kinarya” menjadi pengalaman yang tidak hanya kreatif, tetapi juga penuh kerja sama.
Selama tiga minggu proses shooting, para siswa harus meluangkan waktu, berdiskusi, mempersiapkan berbagai kebutuhan produksi, serta melakukan pengambilan gambar secara bertahap. Tidak selalu berjalan mulus, tentu ada berbagai tantangan yang harus diselesaikan bersama. Namun, dari proses tersebut mereka belajar bahwa membuat film bukan hanya soal kamera dan hasil gambar, tetapi juga tentang komunikasi, kekompakan, tanggung jawab, dan kesabaran dalam menyelesaikan sebuah karya.
Arial Muzaki mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti proses dan kompetisi tersebut. “Kami tentu senang bisa mendapatkan Juara Harapan 3. Proses membuat film selama tiga minggu juga memberikan banyak pengalaman bagi kami. Apalagi kami bisa bekerja sama dengan teman-teman dari ekskul Gamelan dan Jurnalistik. Dari situ kami belajar bagaimana menyatukan ide dan bekerja sama sampai filmnya selesai,” ungkap Arial.











