
MANAJEMEN KESISWAAN DALAM PEMBENTUKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG RELIGIUS DI SMA QUEEN AL FALAH
Mujiburrohman, 2022. Manajemen Kesiswaan Dalam Pembentukan Lingkungan Pendidikan Yang Religius Di SMA Queen Al Falah. Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, IAIT Kediri, Dosen Pembimbing: Fadilatul Fitria, M.Pd.
https://drive.google.com/drive/u/3/folders/1ynG-SManrSnKAIPmVfHjeG2Xj7r9_7xm
Kata Kunci : Manajemen Siswa, Lingkungan Pendidikan, Religius
Pendidikan yang baik dipengaruhi oleh sistem manajemen sekolah yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Salah satu bidang manajemen yang perlu menjadi perhatian adalah manajemen kesiswan. Manajemen kesiswaan merupakan manajemen yang berkaitan dengan siswa, yaitu dari mulai masuknya siswa sampai keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan perlu diarahkan untuk membentuk siswa yang religius untuk mengatasi
permasalahan remaja. Manajemen tersebut perlu kiranya memperhatikan lingkungan belajar yang religius pula. Salah satu satuan pendidikan SMA berbasis pondok pesantren adalah SMA Queen Al Falah. Manajemen kesiswaan sekolah
ini menarik untuk diteliti. Hal ini dikarenakan sekolah masih tetap mengarahkan pada pembentukan lingkungan yang religius padahal latar belakang sekolah sendiri sudah pesantren.
Fokus penelitian yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sistem pembelajaran yang berjalan untuk membentuk lingkungan pendidikan yang religius di SMA Queen Al Falah; (2) Bagaimana pengelolaan kesiswaan untuk membentuk lingkungan pendidikan yang religius di SMA Queen Al Falah; dan (3) Bagaimana faktor pendukung dari program kesiswaan untuk membentuk lingkungan pendidikan yang religius di SMA Queen Al Falah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyusunan data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengematan, dan trianggulasi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yaitu : (1) Sekolah telah melaksanakan pembelajaran untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dengan adanya mata pelajaran PAI dan Fiqh Ibadah yang diampu oleh ustadz asli pondok pesantren serta kebijakan pemisahan kelas putra dan putri; (2) Pengolahan kesiswaan telah membentuk lingkungan pendidikan yang religius dengan adanya kegiatan seperti budaya berdoa, salam, rutinan lalaran alfiyah pra-kbm, karakter seragam religius; ekstrakurikuler dan prestasi agama, adab dengan guru serta alumni sekolah yang
banyak meneruskan di lembaga religius; (3) Faktor pendukung dari keterlaksanaan program kesiswaan yaitu faktor internal seperti latar belakang, visi dan misi, waka kesiswaan, siswa, guru dan tim kedisiplinan. eksternal. Fakor
internal adalah struktural pendirian sekolah dari lembaga serta. Sementara faktor eksternal yaitu adanya guru pondok pesantren adalah guru sekolah, kebiasan religius yang sama dengan pondok pesantren, kebijakan sekolah yang
mengadaptasi kurikulum pondok pesantren, nasehat pendiri dan pengasuh pondok



