PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TEPUNG TERIGU TERHADAP PENINGKATAN KEANEKARAGAMAN JAMUR KONTAMINAN

Henny Nurul Khasanah
E-mail: kh************@***oo.com

ABSTRAK

Tepung terigu merupakan komoditas pangan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan tepung terigu biasanya meliputi dalam proses pembuatan roti, makanan ringan dan aneka masakan. Dalam skala rumahtangga penggunaan terigu ini umumnya tidak digunakan sekaligus. Para konsumen biasanya menyimpan sisa penggunaan tepung terigu dalam jangka waktu yang lama untuk digunakan secara berkala. Tujuan penelitian ini ialah: 1) untuk mengetahui jenis-jenis jamur kontaminan yang terdapat pada tepung terigu; 2) untuk meneliti pengaruh lama penyimpanan terhadap keanekaragaman jenis jamur pada tepung terigu. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Sampel tepung terigu terdiri dari tiga macam merk yang disimpan dalam stoples kaca selama 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Sampel tepung diperiksa kualitas mikrobiologinya berdasarkan Angka Lempeng Total Koloni Jamur (jamur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) ada 14 jenis jamur kontaminan yang tumbuh dalam tepung terigu yaitu Penicillium funiculosum, Aspergillus flavus, Penicillium paraherquei, Eupenicillium hirayamae Paecilomyces fulva, Aspergillus oryzae, Penicillium rugulosum, Aspergillus niger, Stachybotrys chartarum, Paecilomyces variotii, Cladosporium sphaerospermum, Aspergillus fumigatus, Aspergillus penicilloides, dan Penicillium corylophilum; 2) pada hari ke-0 terdapat lima jenis, pada hari ke-7 terdapat sembilan jenis dan pada hari ke-14 terdapat 14 jenis jamur kontaminan yang tumbuh

Kata kunci : tepung terigu, lama penyimpanan, jamur kontaminan

Download Jurnal: https://drive.google.com/file/d/1deHSntNWvrJDsu4pKEZc0PgVclAGJXc5/view?usp=share_link

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button