HARMONI SENI ANTARKAN SISWA SMA QUEEN AL FALAH JUARA 1 LOMBA ARTIKEL FLS3N KABUPATEN KEDIRI

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMA Queen Al Falah dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2025 tingkat Kabupaten Kediri. Pada kompetisi yang diselenggarakan 21 Mei 2025 tersebut, siswa M. Alhan Saif Amrullah berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Artikel Siswa.

Keberhasilan ini diraih melalui karya artikel berjudul “Harmoni Nada dan Emosi, Kolaborasi Seni Karawitan dan Banjari.” Dalam tulisannya, Alhan mengangkat keindahan perpaduan dua kesenian tradisional yang sarat nilai budaya dan spiritual. Melalui artikel tersebut, ia menggambarkan bagaimana irama karawitan dan lantunan banjari mampu menciptakan harmoni yang menyentuh emosi serta memperkaya khazanah seni di lingkungan masyarakat.

Karya yang ditulis dengan sudut pandang yang kreatif dan penuh makna tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri hingga mengantarkannya meraih posisi tertinggi pada tingkat kabupaten. Atas capaian ini, M. Alhan Saif Amrullah berhak melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Jawa Timur sebagai perwakilan Kabupaten Kediri dalam ajang FLS3N.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMA Queen Al Falah tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga mampu berkarya melalui literasi dan seni. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan menulis serta melestarikan nilai-nilai budaya melalui karya kreatif. ✨📚🎶

Harmoni Nada dan Emosi: Kolaborasi Seni Karawitan dan Banjari Guna Melestarikan Tradisi dan Menunjukkan Kekayaan Negeri Serta Memperkuat Jati Diri


Oleh M. Alhan Saif Amrullah
Kami datang dari SMA Queen Al-Falah untuk mempersembahkan warna baru dalam seni
musik dengan mengkolaborasikan dua kesenian yang sebenarnya bertolak belakang dari segi
pakem maupun latar belakang. Denting saron beserta gemuruh gong berpadu syahdu dengan
tabuhan rebana lengkap dengan lantunan sholawat terdengar menghibur indra pendengar dan
menenangkan hati ditengah kemeriahan acara dies miladiyah SMA Queen Al-Falah.
Ditengah gempuran globalisasi dimana-mana yang tak jarang menggerus akar budaya lahir
secercah harapan dari kekayaan budaya justru terpancar dari kolaborasi kesenian karawitan dan
banjari. Kolaborasi ini tidak hanya perpaduan antara dua gendre musik yang berbeda akan tetapi
merupakan dialog antar dua kebudayaan yang melahirkan harmoni syahdu, membangkitkan rasa
kebangsaan, dan memukau mata serta telinga yang sarat akan simfoni kebersamaan sehingga
memperkaya Khazanah seni tradisional Indonesia.
Kami berusaha mencari sejarah singkat serta makna yang terkandung dalam seni karawitan
melalui berbagai literatur. Karawitan sendiri lahir di tanah Jawa pada era Kerajaan Majapahit.
Karawitan berasal dari Bahasa Jawa “rawit” yang memiliki arti halus dan lembut, selaras dengan
genre musik yang dimilikinya yaitu tenang dan harmonis. Pada mulanya karawitan hanya
diperuntukkan untuk keluarga keraton, akan tetapi seiring berkembangnya zaman kesenian ini juga
di pertontonkan untuk masyarakat biasa.
Seni karawitan menggunakan rangkaian alat musik gamelan untuk melahirkan nada-nada
yang indah. Setiap jenis gamelan memiliki slendro dan pelognya masing-masing. Menurut
penuturan dari Bapak Sugeng selaku seniman karawitan, “Seni karawitan sudah menjadi nyawa
bagi berbagai macam kesenian kejawen mulai dari segala jenis wayang-wayang an, tarian
tradisional hingga sebagai iring-iringan upacara adat

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button