SISWA SMA QUEEN AL FALAH BERKARYA DI LOMBA ESAI KOMESKOM UNAIR

Siswa SMA Queen Al Falah kembali menunjukkan semangat berkarya dan berpikir kritis melalui partisipasi dalam Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Komeskom Universitas Airlangga (UNAIR) pada 14 Oktober 2025. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menuangkan gagasan, analisis, serta solusi kreatif terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Dalam ajang tersebut, SMA Queen Al Falah diwakili oleh tiga siswa, yaitu Safana Adinia, Sopfy Rahayu, dan Zida Khayyina. Melalui kerja sama tim dan proses riset yang baik, mereka menyusun sebuah karya tulis berjudul “Kontribusi Bisnis Daur Ulang sebagai Implementasi Ekonomi Sirkular dan Green Economy.” Esai tersebut mengangkat gagasan mengenai pentingnya pengelolaan limbah melalui bisnis daur ulang sebagai upaya mendukung ekonomi berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Karya yang disusun oleh para siswa ini menjadi wujud kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Partisipasi dalam lomba ini juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, serta mengembangkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan masa depan lingkungan.

Kontribusi Bisnis Daur Ulang Sampah
Sebagai Implementasi Ekonomi Sirkular dan Green Economy

1. Safana Adinia (3080860902)
2. Sopfy Rahayu (3080094786)
3. Zida Khayyina Maltufa (0088838021)

Latar Belakang
Saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan serius terkait pengolahan sampah
yang semakin mendesak seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perubahan pola konsumsi
Masyarakat, dimana menghasilkan banyak sampah di berbagai daerah. Menurut liputan
6.com yang di terbitkan pada 18 September 2024 Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK) menunjukkan skala permasalahan yang dihadapi, dengan timbunan
sampah di Indonesia mencapai 69,7 juta ton sepanjang tahun 2023. Angka ini tidak hanya
mencerminkan besarnya volume sampah yang dihasilkan, tetapi juga menggambarkan
kompleksitas tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan limbah di negara ini.
Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat di Indonesia masih berorientasi dalam
penerapan sistem ekonomi linier, ekonomi linier adalah ekonomi yang bersistem pendekatan
“ambil-pakai-buang” (take-make-dispose). Dimana, dalam sistem ini sumber daya alam
diekstraksi diproduksi menjadi barang digunakan oleh konsumen lalu akhirnya dibuang
menjadi limbah tanpa adanya upaya pemanfaatan kembali secara berkelanjutan.
Meskipun sistem ini membawa banyak dampak positif, seperti cepatnya pertumbuhan
ekonomi, harga barang relatif lebih murah, kemudahan akses produksi bagi masyarakat, di
sisi lain terdapat dampak terhadap lingkungan yang sangat signifikan. Mulai borosnya
sumber daya alam, menyebabkan cadangan sumber daya alam menipis. Selain itu, proses
produksi dan konsumsi menghasilkan polusi air, udara, sampah plastik yang dapat
mencemari dan membahayakan lingkungan. Volume sampah yang tinggi memicu
pengeluaran anggaran yang besar, untuk mengangkut, menimbun, mengolah limbah.
Sehingga dapat disimpulkan sistem ini tidak efisien dan tidak berkelanjutan.
Oleh karena itu, masyarakat harus memiliki kesadaran akan pentingnya sistem
ekonomi yang lebih berkelanjutan. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu solusi inovatif
dalam menyikapi pengelolaan sampah adalah menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button