Sejarah dan Identitas SMA Queen Al Falah
Sejarah

SMA Queen Al Falah adalah salah satu lembaga pendidikan formal di bawah Yayasan Al-Muttaqien. Sekolah ini berdiri pada tahun 2011, yang merupakan cita-cita beliau Alm. KH. Munif Djazuli yang tak lain adalah Pendiri PP. Queen Al Falah untuk memiliki sekolah berbasis pesantren. Sekolah ini mengedepankan akhlaqul karimah sebuah langkah tepat guna mengantisipasi bahaya dari pergaulan bebas, ketajaman globalisasi, dan sebagainya di zaman modern. Saat ini Pengasuh PP. Queen Al Falah adalah putra dari Pendiri yaitu KH. Ahmad Hazbi Munif.

Nama SMA Queen Al Falah sendiri adalah nama yang disamakan dengan nama pondok pesantren Queen Al Falah. Nama ini adalah pemberian KH. Munif Djazuli sebagai bukti penghargaan cinta kepada ibu beliau Nyai Hj. Rodliyah Djazuli.
Queen juga merupakan akronim lafadz Quu Angfusakum Wa Ahlikum Naraa. Lafadz ini adalah penggalan dari Al Qur’an Surat At Tahrim Ayat 6 berikut

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim: 6)
Logo, Izin Operasional dan Akreditasi

Sistem Pembelajaran
SMA Queen Al Falah saat ini adalah sekolah yang mempunyai sistem berbasis pondok pesantren. Syarat menjadi siswa SMA Queen Al Falah adalah santri, baik santri dari pondok pesantren Queen Al Falah sendiri maupun pondok cabang Al Falah induk yang lain https://alfalahploso.net/profil/pondok-cabang/. Sehingga untuk menjadi siswa di SMA Queen Al Falah terlebih dahulu harus mendaftar di pondok pesantren lalu menunjukkan bukti bahwa telah menjadi santri. Hal ini juga mengakibatkan segala kebijakan yang diterapkan di SMA Queen A Al Falah akan selalu menyesuaikan dan mengadaptasi kebijakan pondok pesantren.
SMA Queen Al Falah menerapkan sistem pembelajaran dengan dua kurikulum yaitu kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Kurikulum ini diadaptasikan dengan budaya santri pondok pesantren dimana kelas antara siswa putra dan putri harus terpisah masing masing. Selain itu program wajib yang menjadi ciri khas sekolah adalah program rutinan lalaran bait alfiyah 1000 nadhom agar membentuk karakter siswa yang mengamalkan ajaran ulama, kiai dan kepesantrenan. Sistem lain yang menjadi ciri khas sekolah adalah adanya mata pelajaran fiqh ibadah yang wajib tidak boleh dihilangkan baik kurikulum telah berubah. Pelajaran ini diampu oleh ustadz pondok pesantren sendiri sebagai fondasi siswa untuk melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariaat yang tepat ala pondok pesantren. Alumni dari SMA Queen Al Falah sendiri mempunyai dua jalur alternatif ketika lulus. Jalur utama yang disarankan sekolah adalah jalur pondok pesantren tingkat tinggi yaitu Misriu Pondok Al Falah Induk. Namun sekolah juga tetap memperbolehkan untuk alumnni memilih jalur kedua yaitu perkuliahan perguruan tinggi, kerja kedinasan, wiraswasta dan lain lain.


Surat Izin Operasional Tahun 2025

